Cerita Jasa Marga Siapkan Sekuritisasi Aset Tol Jagorawi

Cerita Jasa Marga Siapkan Sekuritisasi Aset Tol Jagorawi
PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) telah menerbitkan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA) Mandiri JSMR01. Ini merupakan instrumen investasi sekuritisasi aset pertama yang berbasis pendapatan di masa depan (Future Revenue Based Securities /FRBS).
Bagaimana cerita di balik Jasa Marga menyiapkan instrumen investasi tersebut?
Dalam keterangan tertulis dari Jasa Marga, Sabtu (2/9/2017), produk investasi surat berharga sekuritisasi pendapatan Tol Jagorawi Jasa Marga yang berbasis FRBS merupakan yang pertama kali diterbitkan dalam sejarah pasar modal di Indonesia.
Sebagai produk yang baru pertama kali diterbitkan di Indonesia, penyiapan EBA Mandiri JSMR01 membutuhkan proses yang cukup memakan waktu. Hal ini disebabkan karena Jasa Marga harus menyiapkan struktur produk baru ini, agar layak dijual kepada investor di satu sisi dan disisi lain hasil penjualannya dapat memberikan benefit yang optimal dalam meningkatkan struktur keuangan Jasa Marga.
Untuk itu Jasa Marga harus menyamakan persepsi dan meyakinkan semua pihak terkait, bahwa penerbitan EBA ini akan diterima baik oleh pasar. Tidak kalah pentingnya Jasa Marga juga harus memastikan sebagai produk baru penerbitan EBA ini tidak bertentangan dengan regulasi yang berlaku. Untuk memastikan hal itu dibutuhkan penegasan dari berbagai pihak terkait.
Proses penyamaan persepsi memakan waktu hingga empat bulan dan lima bulan sisanya digunakan untuk analisa dan pembahasan compliance atau pemenuhan terhadap regulasi serta pengajuan perizinan-perizinan yang diperlukan yang dilakukan secara simultan.
Beberapa hal yang harus dilakukan dalam penyamaan persepsi serta proses perizinan dari instansi terkait di antaranya masalah dijualnya sebagian dari hak pendapatan tol yang seharusnya diterima Jasa Marga, selama sisa masa konsesi, sesuai perjanjian pengusahaan jalan tol antara Jasa Marga dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR.
Di samping itu, dibutuhkan juga penegasan terkait aspek pajak yang harus dipenuhi agar sebagai sebuah produk baru EBA Mandiri JSMR01 memenuhi aspek perpajakan yang berlaku, khususnya terkait pajak penghasilan (PPh) terhadap pendapatan Jasa Marga yang diterima di muka atas penjualan EBA ini, serta pajak pertambahan nilai (PPN) terhadap EBA ini.
Pada akhirnya setelah melalui berbagai kajian dan pertemuan pembahasan, klarifikasi, dan koordinasi dengan insitusi-institusi diatas maka pada 31 Agustus 2017, EBA ini dapat diterbitkan dan dicatatkan perdagangannya di BBEI.
Jasa Marga sangat menghargai dan memberikan apresiasi kepada seluruh institusi diatas yang masing-masing telah berperan dengan aktif sesuai dengan kewenangannya. Karena itu akhirnya penerbitan EBA ini dapat diwujudkan dan menjadi tonggak sejarah baru dalam penerbitan instrumen investasi yang diperjual belikan di pasar modal Indonesia.
Jasa Marga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat hingga akhirnya Presiden Joko Widodo melakukan pencatatan perdana EBA Mandiri JSMR01-Surat Berharga Hak Atas Pendapatan Tol Jagorawi yang berlangsung di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (31/8/2017).
Banyak sekali pihak yang terlibat dan membantu dalam penerbitan EBA Mandiri JSMR01 ini, mulai dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) selaku pembina teknis jalan tol yang memberikan hak konsesi atas Jalan Tol Jagorawi kepada Jasa Marga. Kemudian Kementerian BUMN sebagai Pemegang Saham yang membantu dalam proses perizinan. Serta tidak kalah pentingnya peranan legal and tax consultant.
Penerbitan EBA juga melibatkan institusi-institusi keuangan, seperti Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, Bursa Efek Indonesia, Lembaga Pemeringkat Efek, Manajer Investasi, Bank Kustodian, Perusahaan Sekuritas yang menjadi Agen Penjual, dan lain-lain.
Penerbitan EBA ini mendapatkan respons sangat baik dari para investor yang terdiri dari perusahaan dana pensiun, perbankan dan asset management. Hal ini terlihat dari tingkat permintaan yang mencapai Rp 5,1 triliun atau setara dengan 2,7 kali dari total nilai penerbitan.
Jasa Marga akan terus mengeluarkan inovasi skema pendanaan baru di luar skema pendanaan konvensional selama ini melalui kredit investasi dari perbankan. Hal ini dalam rangka memenuhi kebutuhan pendanaan untuk pembangunan proyek-proyek jalan tol baru Jasa Marga.
Dalam tiga tahun ke depan hingga 2019 Jasa Marga menargetkan akan mengoperasikan 660 km jalan tol baru. Sebanyak 210 km di antaranya ditargetkan dapat diselesaikan pada akhir tahun ini.
Post a Comment